<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
			<title>woiya.com</title>
	<atom:link href="https://www.woiya.com/frontend/socialrss" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.woiya.com/</link>
	<description>Feed sosial woiya.com</description>
<lastBuildDate>
	Sun, 27 Sep 2026 07:14:11 +0700	</lastBuildDate>
	
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://reactjs.org/</generator>

<image>
	<url>https://www.woiya.com/branding/global/logo-main.webp</url>
	<title>woiya.com</title>
	<link>https://www.woiya.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 

   	<item>
		<title>Jensen Huang Tolak Skenario Kiamat AI pada 2030: Peluang Dunia Berakhir 0 Persen</title>
		<link>https://www.woiya.com/jensen-huang-tolak-skenario-kiamat-ai-pada-2030-peluang-dunia-berakhir-0-persen-2</link>
                <comments>https://www.woiya.com/jensen-huang-tolak-skenario-kiamat-ai-pada-2030-peluang-dunia-berakhir-0-persen-2</comments>




		<dc:creator><![CDATA[Elfian Syah]]></dc:creator>

			
<pubDate>

Sun, 27 Sep 2026 07:11:40 +0700	
</pubDate>
			

				<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.woiya.com/jensen-huang-tolak-skenario-kiamat-ai-pada-2030-peluang-dunia-berakhir-0-persen-2</guid>

					<description>

<![CDATA[<img src="https://www.woiya.com/uploads/img/large/0bebc64fecaf177c045563ce946c9e14.webp" decoding="async" loading="eager" fetchpriority="high" width="1200" height="800" data-cwv-dim="local"><br>]]>
 		
					<![CDATA[<p>CEO Nvidia Jensen Huang kembali menolak kekhawatiran bahwa perkembangan <a href="https://www.woiya.com/tag/kecerdasan-buatan" data-autolink="1">kecerdasan buatan</a> atau AI dapat menyebabkan kepunahan manusia dalam beberapa tahun mendatang. Ia bahkan menyebut peluang dunia berakhir akibat AI pada 2030 sebagai nol persen.</p>

<p>“Bagaimanapun cara menggambarkannya, tahun 2030 tidak akan menjadi akhir dunia,” kata Huang dalam wawancara dengan CBS News.</p>

<p>“Kemungkinannya 0% bahwa tahun 2030 akan menjadi akhir dunia,” lanjutnya.</p>

<p>Pernyataan tersebut mempertegas sikap Huang terhadap berbagai skenario terburuk yang belakangan kembali muncul dalam perdebatan mengenai <a href="https://www.woiya.com/tag/perkembangan-ai" data-autolink="1">perkembangan AI</a>.</p>

<h2>Jensen Huang yakin AI dapat dikembangkan dengan aman</h2>

<p>Dalam sejumlah penampilan selama beberapa hari terakhir, Huang berulang kali menyampaikan pandangannya bahwa AI dapat dikembangkan dan dikelola secara aman.</p>

<p>Huang memimpin <a href="https://www.woiya.com/tag/nvidia" data-autolink="1">Nvidia</a>, perusahaan yang menjadi salah satu pemasok utama prosesor yang digunakan untuk menjalankan sistem kecerdasan buatan.</p>

<p>Di tengah pesatnya perkembangan industri tersebut, ia juga menentang anggapan bahwa dibutuhkan regulasi baru untuk memperlambat pengembangan AI.</p>

<p>Pandangan Huang muncul ketika sebagian kalangan di industri teknologi kembali mengingatkan kemungkinan risiko serius dari sistem kecerdasan buatan yang semakin canggih.</p>

<h2>Pengunduran diri karyawan Anthropic memicu kekhawatiran</h2>

<p>Salah satu kekhawatiran terbaru muncul setelah karyawan Anthropic PBC, <a href="https://www.woiya.com/tag/jacob-coxon" data-autolink="1">Jacob Coxon</a>, mengundurkan diri pada awal bulan ini.</p>

<p>Coxon memperingatkan bahwa sebagian peneliti yang mengembangkan AI benar-benar meyakini teknologi tersebut dapat membawa konsekuensi yang sangat berat bagi manusia sebelum akhir dekade ini.</p>

<p>Menurut Coxon, para peneliti tersebut “dengan sungguh-sungguh meyakini bahwa teknologi tersebut dapat membunuh kita semua pada akhir dekade ini.”</p>

<p>Pernyataan itu ikut memicu kembali pembahasan mengenai <a href="https://www.woiya.com/tag/keamanan-ai" data-autolink="1">keamanan AI</a> dan seberapa cepat perusahaan teknologi seharusnya mengembangkan sistem yang semakin kuat.</p>

<h2>Huang: Industri AI tidak boleh melambat</h2>

<p>Huang mengambil posisi berbeda. Dalam wawancara dengan CBS yang dijadwalkan ditayangkan secara lengkap pada Minggu, ia mengatakan industri AI tidak seharusnya memperlambat laju pengembangannya.</p>

<p>“Kita harus bergerak secepat mungkin, tanpa mempedulikan pihak lain,” katanya.</p>

<p>Meski mendorong perkembangan teknologi dengan cepat, Huang menegaskan bahwa kecepatan tersebut tidak berarti perusahaan boleh mengabaikan keamanan produk.</p>

<p>“Namun, kami tidak akan pernah, dan tidak boleh, meluncurkan produk sebelum siap serta menghadirkan produk yang tidak aman,” ujar Huang.</p>

<p>Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Huang membedakan antara mempercepat pengembangan AI dan meluncurkan sistem sebelum memenuhi standar keamanan yang diperlukan.</p>

<p>Perdebatan mengenai dua hal itu terus berlangsung di tengah meningkatnya kemampuan model AI dan semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut dalam berbagai sektor.</p>]]></description>

<enclosure length="1024" type="image/jpeg" url="https://www.woiya.com/uploads/img/large/0bebc64fecaf177c045563ce946c9e14.webp"/>
		
					<wfw:commentRss>https://www.woiya.com/jensen-huang-tolak-skenario-kiamat-ai-pada-2030-peluang-dunia-berakhir-0-persen-2</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
	</item>
	<item>
		<title>Jensen Huang Blak-blakan soal AI, Hilangnya Kemampuan Matematika hingga Kebutuhan Energi</title>
		<link>https://www.woiya.com/jensen-huang-blak-blakan-soal-ai-hilangnya-kemampuan-matematika-hingga-kebutuhan-energi-1</link>
                <comments>https://www.woiya.com/jensen-huang-blak-blakan-soal-ai-hilangnya-kemampuan-matematika-hingga-kebutuhan-energi-1</comments>




		<dc:creator><![CDATA[Elfian Syah]]></dc:creator>

			
<pubDate>

Sun, 27 Sep 2026 07:06:20 +0700	
</pubDate>
			

				<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.woiya.com/jensen-huang-blak-blakan-soal-ai-hilangnya-kemampuan-matematika-hingga-kebutuhan-energi-1</guid>

					<description>

<![CDATA[<img src="https://www.woiya.com/uploads/img/large/6ef75c55701572b99e22b8d9d77bb3d1.webp" decoding="async" loading="lazy" fetchpriority="low" width="1200" height="800" data-cwv-dim="local"><br>]]>
 		
					<![CDATA[<p>CEO Nvidia Jensen Huang kembali menjadi sorotan setelah berbicara panjang mengenai <a href="https://www.woiya.com/tag/kecerdasan-buatan" data-autolink="1">kecerdasan buatan</a>, pendidikan, kebutuhan energi hingga perkembangan teknologi di China.</p>
<p>Sejumlah pernyataannya dalam percakapan dengan kolumnis Ezra Klein memunculkan perdebatan tentang bagaimana <a href="https://www.woiya.com/tag/industri-teknologi" data-autolink="1">industri teknologi</a> melihat perubahan yang dibawa AI.</p>
<p>Dalam wawancara tersebut, Huang membahas AI melalui beberapa lapisan yang saling berkaitan, mulai dari aplikasi, model, infrastruktur, chip hingga energi. Percakapan kemudian berkembang ke persoalan keterampilan manusia, pendidikan, pusat data dan risiko teknologi.</p>
<p>Berikut delapan pernyataan Huang yang paling menonjol dari wawancara tersebut.</p>
<h2>1. “Ada banyak keterampilan yang tidak penting”</h2>
<p>Salah satu pembahasan menyentuh penggunaan AI dalam pendidikan. Huang menanggapi penelitian di China yang disebut menunjukkan bahwa AI dapat membantu siswa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, tetapi pada saat yang sama rata-rata nilai tes mereka turun hampir 20 persen.</p>
<p>Huang mengakui penggunaan teknologi dapat membuat kemampuan tertentu berkurang. Namun, ia mempertanyakan apakah seluruh kemampuan tersebut masih perlu dipertahankan ketika teknologi dapat mengambil alih sebagian pekerjaan manusia.</p>
<p>“Tabel perkalian mulai dilupakan. Menghitung akar kuadrat, astaga. Matematika dasar mulai dilupakan. Apakah itu penting? Ya. Saya rasa tidak. Saya rasa tidak,” kata Huang.</p>
<p>Menurut Huang, hilangnya sebagian keterampilan dapat diikuti munculnya kemampuan baru yang lebih relevan ketika siswa memasuki dunia kerja yang semakin banyak menggunakan AI.</p>
<h2>2. Tidak mengetahui alamat rumahnya sendiri</h2>
<p>Contoh lain yang digunakan Huang untuk menggambarkan ketergantungan manusia terhadap teknologi justru berasal dari pengalaman pribadinya.</p>
<p>“Pengakuan pertama saya, saya sebenarnya tidak tahu alamat saya,” ujarnya.</p>
<p>Yang dimaksud Huang adalah alamat tempat tinggalnya, termasuk nomor jalan dan kode pos. Ia menceritakan pernah menyadari hal tersebut ketika sedang mengisi bahan bakar dan membutuhkan kode pos untuk melakukan transaksi.</p>
<p>Pengalaman itu digunakan Huang sebagai contoh bahwa informasi yang dahulu harus diingat manusia kini semakin sering disimpan atau disediakan oleh perangkat dan layanan digital.</p>
<h2>3. China disebut mampu “memproduksi anak-anak pintar dalam jumlah besar”</h2>
<p>Ketika pembicaraan beralih ke <a href="https://www.woiya.com/tag/perkembangan-ai" data-autolink="1">perkembangan AI</a> di China, Huang menyoroti besarnya sumber daya manusia di negara tersebut, termasuk jumlah ilmuwan, matematikawan dan insinyur.</p>
<p>“Mereka memiliki begitu banyak ilmuwan dan matematikawan. Jumlah insinyur yang mereka miliki, mereka memproduksinya dalam volume besar. Mereka memproduksi semuanya dalam volume besar. Mereka memproduksi anak-anak pintar dalam volume besar,” kata Huang.</p>
<p>Ia juga menilai komunitas model AI terbuka di China sangat aktif. Dalam pandangannya, skala pendidikan dan jumlah tenaga teknis menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan industri AI di negara tersebut.</p>
<h2>4. Huang menilai retorika tentang bahaya AI membuat masyarakat takut</h2>
<p>Huang juga mengkritik sebagian pembicaraan mengenai kemungkinan dampak buruk kecerdasan buatan. Ia tidak sepakat dengan pendekatan yang menurutnya terlalu menekankan skenario terburuk.</p>
<p>“Saya ingin melihat kita tidak merusak kesempatan bagi Amerika Serikat untuk mendapatkan manfaat pada tingkat tertinggi. Dan lihat semua retorika, semua alarmisme, semua doomerisme, semua prediksi itu — mereka membuat orang takut,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Huang, model AI pada dasarnya tetap merupakan program yang berjalan di atas sistem komputer. Ia menolak kecenderungan memberikan sifat manusia kepada sistem AI ketika membicarakan kemampuan maupun risikonya.</p>
<h2>5. “Hanya karena berasal dari ilmuwan bukan berarti itu ilmiah”</h2>
<p>Nama <a href="https://www.woiya.com/tag/geoffrey-hinton" data-autolink="1">Geoffrey Hinton</a> ikut muncul dalam percakapan. Hinton, salah satu tokoh penting dalam perkembangan deep learning, sebelumnya menyampaikan kekhawatiran tentang potensi AI terhadap masyarakat.</p>
<p>Huang menanggapi pernyataan Hinton mengenai kemungkinan AI membawa dampak yang sangat serius dengan mempertanyakan dasar angka yang digunakan.</p>
<p>“Hanya karena berasal dari seorang ilmuwan bukan berarti itu ilmiah,” kata Huang.</p>
<p>Ia menilai perkiraan risiko sebesar 10 persen yang dibicarakan Hinton tidak memiliki landasan ilmiah yang cukup. Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan bagaimana tokoh-tokoh utama di bidang AI masih memiliki penilaian yang berbeda mengenai tingkat risiko teknologi ini.</p>
<h2>6. Superkomputer AI efisien, tetapi tetap membutuhkan banyak listrik</h2>
<p>Kebutuhan energi menjadi bagian lain yang mendapat perhatian. Huang mengakui bahwa ekspansi <a href="https://www.woiya.com/tag/pusat-data-ai" data-autolink="1">pusat data AI</a> akan meningkatkan konsumsi listrik dalam jumlah besar.</p>
<p>“Superkomputer AI sangat efisien dalam penggunaan energi, tetapi mereka tetap akan menggunakan banyak daya,” ujarnya.</p>
<p>Huang mengatakan masyarakat berhak menentukan apakah mereka menginginkan pembangunan pusat data di wilayahnya. Ia juga mendorong perusahaan agar lebih terbuka mengenai dampak fasilitas tersebut.</p>
<p>Di sisi lain, ia menilai penggunaan air pada pusat data dapat dilakukan secara efisien. Huang juga membicarakan kemungkinan perusahaan AI menghasilkan sumber listrik sendiri untuk memenuhi kebutuhan infrastrukturnya.</p>
<h2>7. Huang menyinggung perubahan iklim dan kurangnya produksi energi</h2>
<p>Ketika pembahasan berlanjut ke penyediaan listrik, Huang menyampaikan pandangan mengenai hubungan antara kebutuhan energi, bahan bakar fosil dan kebijakan energi berkelanjutan.</p>
<p>“Saya pikir kita harus mengakui bahwa kita membuat diri kita sendiri benar-benar terhambat dalam persoalan perubahan iklim dan energi berkelanjutan, dan akibatnya kita tidak merencanakan produksi energi yang cukup,” katanya.</p>
<p>Ketika diminta menjelaskan pernyataan tersebut, Huang mengatakan produksi energi dalam jangka pendek masih membutuhkan bahan bakar fosil.</p>
<p>Menurut dia, kekhawatiran terhadap energi berbasis fosil telah berkontribusi terhadap minimnya tambahan produksi energi, sementara kebutuhan listrik terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur AI.</p>]]></description>

<enclosure length="1024" type="image/jpeg" url="https://www.woiya.com/uploads/img/large/6ef75c55701572b99e22b8d9d77bb3d1.webp"/>
		
					<wfw:commentRss>https://www.woiya.com/jensen-huang-blak-blakan-soal-ai-hilangnya-kemampuan-matematika-hingga-kebutuhan-energi-1</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
	</item>

	</channel>
</rss>
