Eks Karyawan Amazon Ditawari Kembali Bekerja di Tengah Persaingan Talenta AI
Amazon.com Inc. dilaporkan mulai menghubungi sejumlah mantan karyawan yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka ditawari kesempatan untuk kembali bergabung dan mengisi posisi yang masih tersedia di sejumlah divisi perusahaan.
Langkah tersebut diketahui dari email perekrut yang ditinjau Business Insider. Amazon menyatakan perusahaan memang terbuka untuk merekrut kembali mantan pekerja selama memenuhi kualifikasi untuk posisi yang tersedia.
“Kami selalu tertarik untuk terhubung dengan orang-orang berbakat, baik kandidat baru maupun mantan karyawan Amazon, untuk posisi yang tersedia,” kata Juru Bicara Amazon Haley Silva.
Silva menegaskan perekrutan kembali mantan karyawan bukan kebijakan baru. Menurut dia, praktik tersebut sudah menjadi bagian dari strategi perekrutan Amazon sejak lama.
Proses perekrutan dan wawancara terhadap mantan karyawan juga disebut tetap mengikuti mekanisme yang berlaku di perusahaan.
Mantan karyawan bidang AI ikut dihubungi
Salah satu upaya perekrutan kembali dilaporkan menyasar mantan pekerja yang sebelumnya menangani kecerdasan buatan atau AI dan machine learning.
Perekrut yang bekerja dengan organisasi di bawah VP AWS Swami Sivasubramanian disebut menghubungi sejumlah mantan karyawan melalui sebuah program yang dalam salah satu email menggunakan nama “Swami’s Boomerang Reengagement Initiative”.
Program tersebut mengajak mantan pekerja berdiskusi mengenai peluang untuk kembali bekerja di Amazon.
Meski demikian, Amazon membantah bahwa program tersebut merupakan strategi perekrutan baru yang secara khusus dibuat untuk mendapatkan tenaga kerja di bidang AI.
Amazon telah memangkas lebih dari 30.000 posisi
Upaya menghubungi mantan karyawan berlangsung setelah Amazon melakukan PHK dalam skala besar selama setahun terakhir.
Perusahaan telah memangkas lebih dari 30.000 posisi melalui beberapa gelombang PHK. Pada saat yang sama, Amazon masih membutuhkan tenaga kerja untuk sejumlah bidang yang dinilai penting bagi perusahaan.
AI menjadi salah satu area tersebut. Perebutan tenaga kerja di sektor kecerdasan buatan kini juga melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Google, Meta, OpenAI dan Anthropic.
Fenomena boomerang hiring terjadi di tengah PHK teknologi
Perekrutan kembali mantan karyawan, yang kerap disebut boomerang hiring, muncul ketika industri teknologi masih menghadapi gelombang pengurangan tenaga kerja.
Meta disebut telah melakukan PHK terhadap sekitar 8.000 karyawan pada tahun ini. Microsoft juga memangkas 4.800 posisi, sedangkan Oracle mengurangi sekitar 21.000 posisi dalam setahun terakhir.
Kondisi tersebut memperlihatkan perusahaan teknologi tetap melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja sambil membuka kebutuhan baru untuk posisi tertentu yang dianggap penting, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan AI.
Update Terbaru
Vivo X500 Resmi Meluncur, Bawa Dimensity 9600M dan Baterai 7.500 mAh
Minggu / 27-09-2026, 07:34 WIB
Benarkah Haji Isam Dikabarkan Akan Akuisisi BCA, Ini Faktanya
Minggu / 27-09-2026, 07:21 WIB
Jensen Huang Tolak Skenario Kiamat AI pada 2030: Peluang Dunia Berakhir 0 Persen
Minggu / 27-09-2026, 07:11 WIB
Jensen Huang Blak-blakan soal AI, Hilangnya Kemampuan Matematika hingga Kebutuhan Energi
Minggu / 27-09-2026, 07:06 WIB